Kota Serang

Wali Kota Budi Rustandi Lepas 386 Jemaah Haji di KSB, Titip Doa Tulus untuk Kemajuan Kota Serang

SERANG KOTA,Krakataupos.com – Suasana sore yang sejuk di Kawasan Pusat Pemerintahan Kota Serang (KSB) menjadi saksi bisu sebuah momen penuh haru pada Rabu, 29 April 2026.

Untuk pertama kalinya di masa jabatannya, Wali Kota Serang, Budi Rustandi, secara resmi melepas keberangkatan tamu-tamu Allah yang tergabung dalam jemaah haji Kloter 8.

Lantunan talbiyah yang menggema di halaman kantor pemerintahan daerah, diiringi isak tangis bahagia pihak keluarga, menciptakan suasana yang begitu menyentuh hati.

Jika pada tahun-tahun sebelumnya tradisi pelepasan selalu dipusatkan di Alun-alun Kota Serang, kali ini Budi Rustandi mengambil kebijakan yang berbeda.

Pemindahan lokasi ke kawasan KSB ini bukanlah tanpa alasan, melainkan bentuk respons atas arahan Polresta Serang Kota demi mengantisipasi kemacetan lalu lintas.

“Kondisi Alun-alun yang terlalu padat ditakutkan dapat menghambat aktivitas masyarakat yang sedang bekerja,” katanya.

- advertisement -

“Apalagi personel kepolisian kita terbatas, jadi pemindahan lokasi ke KSB ini dinilai sebagai langkah yang bijak untuk menjaga ketertiban bersama,” jelas Wali Kota Budi Rustandi di sela-sela prosesi pelepasan

Wali Kota menyadari bahwa mobilitas warga di sore hari sangat tinggi seiring dengan jam pulang kerja.

Dengan menjadikan puspemkot sebagai titik kumpul, arus lalu lintas di pusat kota dapat tetap kondusif dan masyarakat yang beraktivitas di jalan raya tidak terganggu kemacetan parah.

“Sebagai Wali Kota, saya merasa lebih nyaman melepas jemaah dari wilayah kerja sendiri, supaya pelayanan terhadap masyarakat juga tetap bisa berjalan optimal,” tambahnya.

Lebih dari sekadar seremonial birokrasi, sambutan Wali Kota pada sore itu terasa sangat hangat, layaknya pesan seorang ayah kepada keluarganya yang hendak bepergian jauh.

Mengingat kondisi iklim yang jauh berbeda, Budi memberikan penekanan khusus pada kesehatan fisik para jemaah.

“Perbedaan cuaca di Tanah Suci itu ekstrem, saya mengimbau bapak dan ibu jemaah untuk disiplin mengonsumsi air minum agar terhindar dari dehidrasi,” ungkapnya.

“Tolong juga selalu ikuti aturan pemerintah Arab Saudi yang mekanismenya tentu berbeda dengan di negara kita,” pesan Budi dengan nada penuh perhatian.

Di penghujung pesannya, Budi Rustandi menitipkan sebuah doa yang begitu tulus. Ia memohon keikhlasan dari ratusan jemaah haji agar sudi mendoakan hal-hal baik bagi kota yang dipimpinnya.

“Saya titip doa kepada para jemaah, tolong doakan agar Pemerintah Kota Serang semakin maju, serta masyarakatnya diberikan kesejahteraan dan kebahagiaan,” ujarnya.

“Doakan juga agar kota kita dijauhkan dari pihak-pihak yang zalim dan hanya mementingkan diri sendiri,” pungkasnya penuh harap.

Rombongan yang diberangkatkan pada gelombang ini tidaklah sedikit.

Berdasarkan data dari Asda I Setda Pemkot Serang, Anthon Gunawan, total jemaah yang diberangkatkan mencapai 386 orang.

Rinciannya terdiri dari 163 jemaah laki-laki dan 223 jemaah perempuan, serta didampingi oleh enam petugas pendukung.

Ada yang istimewa dari perjalanan haji tahun ini. Untuk memangkas kelelahan fisik jemaah, mekanisme transit mengalami perubahan.

Rombongan tidak lagi diarahkan ke asrama haji Pondok Gede, melainkan langsung menuju Grand El Hajj Cipondoh, yang hanya memakan waktu perjalanan sekitar dua setengah jam.

Meski pemeriksaan kesehatan awal di Kota Serang sudah terpenuhi, para jemaah tetap diingatkan untuk menjaga stamina agar dapat lolos di tahap pemeriksaan kesehatan lanjutan dengan predikat istitaah.

Rekomendasi untuk Dibaca

Krakatau Pos