Olahraga

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Jakarta,Krakataupos.com –  Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Kampung Pramuka Cemara, Kota Tua Jakarta, dan Monumen Nasional (Monas) tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk memahami penerapan nilai-nilai yang telah dipelajari selama sesi di kelas melalui pengalaman langsung di lapangan.

Di Kampung Pramuka Cemara, Koja, Jakarta Utara, peserta mengenal berbagai inovasi pengelolaan sampah dan pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan. Praktik yang diperkenalkan meliputi pengolahan sampah organik, produksi dan budidaya ikan, hidroponik, hingga sarana pendidikan BKB Greens PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) yang menerapkan pembayaran menggunakan sampah organik. Berbagai inovasi tersebut memberikan gambaran tentang pentingnya kepedulian lingkungan dan kreativitas dalam menghadirkan solusi bagi masyarakat.

Pemahaman mengenai sejarah dan identitas bangsa kemudian diperkuat melalui kunjungan ke kawasan Kota Tua Jakarta. Peserta mengenal perkembangan Jakarta pada masa kolonial melalui Museum Fatahillah yang dahulu berfungsi sebagai Balai Kota Batavia, serta mempelajari kekayaan budaya Indonesia melalui koleksi Museum Wayang.

Sementara itu, kunjungan ke Monumen Nasional menjadi momentum untuk merefleksikan perjuangan para pahlawan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Melalui diorama sejarah perjuangan bangsa, peserta diajak memahami semangat pengorbanan para pendahulu sekaligus menumbuhkan kesadaran akan peran generasi muda dalam melanjutkan cita-cita bangsa.

Fasilitator Wirasena Youth Camp 2026, Ni Ketut Alit Astuti, mengatakan bahwa rangkaian kunjungan tersebut dirancang untuk menghubungkan materi pembelajaran di kelas dengan kondisi dan pengalaman nyata di lapangan.

- advertisement -

“Melalui kunjungan ke Kampung Pramuka, teman-teman belajar berempati terhadap lingkungan. Kemudian, di Kota Tua, kita menelusuri kembali sejarah dan budaya Indonesia. Terakhir, di Monas, kita mengingat kembali perjuangan para pahlawan hingga Indonesia bisa merdeka seperti sekarang,” ujar Alit.

Ia berharap nilai patriotik, gigih, dan berempati yang dipelajari selama kegiatan dapat semakin dipahami dan diterapkan oleh peserta dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami dari fasilitator sangat berharap apa yang dipelajari di kelas, yaitu patriotik, gigih, dan berempati, bisa mereka pelajari juga ketika tur keliling Jakarta,” tambahnya.

Melalui pembelajaran kontekstual ini, Wirasena Youth Camp 2026 diharapkan dapat membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat, memahami sejarah serta budaya bangsa, dan mampu menerjemahkan semangat patriotisme ke dalam tindakan nyata.(Red)

Rekomendasi untuk Dibaca

Krakatau Pos