Kota Tangerang

Antisipasi Dampak Abu Vulkanik, Bunda PAUD Kota Tangerang Minta Orang Tua untuk Dampingi Anak di Rumah

Kota Tangerang,Krakataupos.comPemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pendidikan resmi memindahkan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) dari luar jaringan (luring) menjadi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mulai Senin (7/9/2026). Langkah ini diambil sebagai tindakan mitigasi dan antisipasi cepat untuk melindungi keselamatan serta kesehatan anak-anak dari risiko dampak paparan abu vulkanik.

Menanggapi kebijakan tersebut, Bunda PAUD Kota Tangerang Masturoh Sachrudin, mengimbau seluruh orang tua dan wali murid untuk memberikan perhatian ekstra serta mendampingi anak-anak secara intensif selama masa pembelajaran dari rumah.

“Kami meminta para orang tua dan wali murid untuk mendampingi anak-anaknya belajar di rumah dan memastikan mereka tidak bermain di luar ruangan sementara waktu. Paparan abu vulkanik sangat berisiko bagi kesehatan anak-anak, sehingga pembatasan aktivitas luar ruangan harus benar-benar dijaga bersama,” ungkap Masturoh.

Ia menegaskan, keselamatan fisik dan kesehatan pernapasan anak-anak merupakan prioritas utama di tengah ancaman sebaran abu vulkanik.

“Peran aktif orang tua sangat krusial agar masa PJJ tidak hanya berjalan efektif secara akademis, tetapi juga efektif menjaga keamanan anak,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Wahyudi Iskandar menjelaskan, keputusan pelaksanaan PJJ ini berpedoman pada Instruksi serta Surat Edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten dan arahan Gubernur Provinsi Banten.

- advertisement -

Ia menuturkan, kebijakan ini dilaksanakan secara dinamis selama kurang lebih tiga hari ke depan, dengan terus mengevaluasi kondisi dan perkembangan situasi di lapangan.

“Kami mengambil langkah PJJ untuk memitigasi kekhawatiran orang tua dan meminimalkan risiko dampak abu vulkanik. Secara prinsip, hak siswa untuk mendapatkan edukasi tetap harus dipenuhi. Oleh karena itu, seluruh fasilitas digital sekolah, seperti Interactive Flat Panel (IFP), dioptimalkan secara maksimal guna mendukung efektivitas KBM jarak jauh,” jelas Wahyudi.

Ia menambahkan, apabila dalam tiga hari ke depan kondisi lingkungan sudah berangsur normal, pembelajaran tatap muka akan dilaksanakan kembali.

“Sekalipun pembelajaran tatap muka nantinya sudah kembali normal, langkah-langkah antisipasi dan mitigasi risiko dampak abu vulkanik tetap kita jalankan. Kegiatan siswa yang bersifat outdoor atau di luar ruangan tetap kita tahan dulu untuk meminimalkan dampak terhadap anak-anak,” terang Wahyudi.

Pemkot Tangerang mengajak seluruh pihak sekolah, guru, dan orang tua murid untuk bersinergi menjaga komunikasi serta memastikan instruksi keselamatan ini dapat dijalankan dengan baik demi kebaikan bersama.(As)

 

Rekomendasi untuk Dibaca

Krakatau Pos