Jakarta
Perkuat Pembangunan Berbasis Data dan Riset, Gubernur Pramono Resmikan Jakarta Urban Knowledge Hub

Jakarta,Krakataupos.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meresmikan Jakarta Urban Knowledge Hub di Nyi Ageng Serang Building, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada Senin (8/6). Kehadiran pusat kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dalam memperkuat pembangunan kota yang berbasis data, riset, dan bukti ilmiah.
Turut hadir di acara tersebut Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie, serta perwakilan akademisi, peneliti, dunia usaha, komunitas, dan berbagai lembaga mitra pembangunan.
Dalam sambutannya, Gubernur Pramono mengatakan, Jakarta tengah melakukan transformasi untuk meningkatkan daya saing global melalui tata kelola pembangunan yang lebih terukur, inovatif, dan berbasis pengetahuan.
“Jakarta memiliki target menjadi bagian dari 20 besar kota global. Untuk mencapai tujuan tersebut, setiap kebijakan dan program pembangunan harus didukung data yang akurat, riset yang kuat, serta bukti ilmiah yang dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Gubernur Pramono menjelaskan, Jakarta Urban Knowledge Hub dibangun sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga riset, sektor swasta, dan masyarakat dalam merumuskan solusi atas berbagai tantangan perkotaan.
Menurutnya, tantangan pembangunan Jakarta ke depan semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim, penyediaan perumahan, ketahanan kota, transformasi digital, hingga mobilitas perkotaan. Karena itu, diperlukan kolaborasi lintas sektor agar kebijakan yang dihasilkan semakin tepat sasaran dan berdampak bagi masyarakat.
“Persoalan perkotaan tidak dapat diselesaikan pemerintah sendiri. Urban Knowledge Hub hadir sebagai wadah kolaborasi untuk memperkuat sinergi dan menghadirkan solusi yang inovatif, berkelanjutan, serta berbasis kebutuhan masyarakat,” tuturnya.
Gubernur Pramono juga menekankan, pembangunan Jakarta ke depan tidak lagi hanya mengandalkan pendekatan konvensional, melainkan harus didukung pemanfaatan data, teknologi, dan kajian ilmiah yang komprehensif.
“Pembangunan Jakarta harus didasarkan pada data, sains, dan teknologi. Dengan demikian, setiap keputusan yang diambil dapat lebih terukur, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi warga,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Stella Christie menyampaikan apresiasi atas inisiatif Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi di tingkat daerah. Menurutnya, Jakarta memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai pusat talenta internasional yang mampu menarik mahasiswa, peneliti, akademisi, dan inovator dari berbagai negara.
“Dalam situasi global saat ini, Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi tujuan pendidikan tinggi dan riset dunia. Karena itu, penguatan ekosistem sains dan teknologi perlu terus dilakukan dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Stella menambahkan, berbagai studi menunjukkan kota yang memiliki ekosistem pendidikan tinggi dan riset yang kuat cenderung memiliki pertumbuhan ekonomi lebih baik serta tingkat kesejahteraan masyarakat yang lebih tinggi.
Sebagai informasi, pendekatan berbasis data dan riset telah menjadi landasan Pemprov DKI Jakarta dalam berbagai pengambilan kebijakan strategis, antara lain pengembangan sistem transportasi, pengelolaan lingkungan, pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, serta pengembangan kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD).(Red)







