Kota Tangerang
Trending

HUT ke-31 Perumda Tirta Benteng, Warga Ciledug Masih Menanti Kemerdekaan Akses Air Bersih

Di tengah peringatan HUT ke-31 Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, warga Kecamatan Ciledug mengeluhkan belum adanya jaringan air bersih dan berharap Pemkot Tangerang segera merealisasikan pelayanan perpipaan.

TANGERANG — Perumda Tirta Benteng (PDAM TB) Kota Tangerang genap berusia 31 tahun pada 12 Oktober 2026. Mengusung slogan “Tumbuh dan Berinovasi Menjadi Inspirasi Negeri”, BUMD penyedia air minum yang berdiri sejak 1995 berdasarkan Perda Kotamadya Dati II Tangerang Nomor 33 Tahun 1995 ini terus mengemukakan komitmen peningkatan kualitas pelayanan dan berbagai program apresiasi pelanggan.

Namun, di balik semarak pencapaian tersebut, jeritan dan harapan akan akses kebutuhan dasar masih terdengar dari warga Kecamatan Ciledug, Kota Tangerang. Puluhan tahun PDAM berdiri, masyarakat di wilayah tersebut mengibaratkan diri belum sepenuhnya “merdeka” karena belum tersedianya pipa jaringan air bersih dari Perumda Tirta Benteng.

Hingga saat ini, warga Ciledug terpaksa mengandalkan sumber air tanah mandiri yang kualitasnya kian memprihatinkan, terutama saat memasuki musim kemarau.

Roni, salah seorang warga Ciledug, menuturkan bahwa kondisi air tanah di wilayahnya seringkali berwarna kuning dan berlumpur. Untuk mendapatkan air yang layak, tidak sedikit warga yang terpaksa mengeluarkan biaya ekstra guna memperdalam sumur bor.

“Masalahnya, jaringan airnya belum masuk ke wilayah kami. Jadi kami harus bagaimana? Kami juga ingin merasakan kemerdekaan dalam mendapatkan air bersih karena air tanah kebanyakan berwarna kuning banyak lumpur, apalagi di musim kemarau ini air mulai kecil. Sudah mulai beberapa melakukan pendalaman sumur bor,” ujar Roni.

Roni berharap persoalan ini menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Tangerang, khususnya Wali Kota Tangerang. Warga meminta agar pemerintah tidak hanya fokus memperluas program bagi wilayah yang sudah terjangkau, tetapi juga menaruh prioritas pada kawasan yang belum tersentuh jaringan.

- advertisement -

Keresahan senada disampaikan oleh Ketua RT setempat, Dr. Rahmat Iqbal, S.Pd., M.Pd. Ia mengungkapkan bahwa usulan penyediaan akses air bersih PDAM selalu diperjuangkan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) dalam beberapa tahun terakhir.

“Apalagi sudah pernah dilakukan pendataan bagi warga untuk layanan air bersih di wilayah kami. Kami kira pada saat itu akan segera terealisasi layanan air bersih, namun kenyataannya sampai sekarang belum ada,” ungkap Rahmat.

Rahmat menilai program pendataan tersebut belum menjawab persoalan utama warga selama jaringan belum masuk. Menurutnya, air bersih merupakan hak dan kebutuhan dasar yang harus diakses secara adil oleh seluruh warga tanpa diskriminasi wilayah.

“Kami meminta Pak Wali Kota dan pihak terkait memperhatikan Ciledug dan membantu agar jaringan air bersih segera masuk,” tegasnya.

Sorotan juga datang dari tokoh masyarakat Kecamatan Ciledug yang juga berprofesi sebagai akademisi di salah satu universitas swasta di Kota Tangerang Selatan, Dr. H. Suripto, S.E., M.Ak. Ia menekankan pentingnya pemenuhan air bersih perpipaan sebagai bentuk investasi sosial dan ekologis.

“Kehadiran layanan perpipaan bukan hanya menyelesaikan persoalan kebutuhan air masyarakat hari ini, tetapi juga merupakan investasi ekologis dan sosial untuk masa depan Kota Tangerang,” kata Suripto.

Suripto menyoroti ketergantungan masif masyarakat pada air tanah yang berpotensi menurunkan muka air tanah serta mengancam kelestarian lingkungan jangka panjang. Ia mendesak Pemkot Tangerang dan Perumda Tirta Benteng untuk menyusun serta mempublikasikan peta jalan (roadmap) perluasan jaringan secara transparan.

“Kemerdekaan yang sesungguhnya bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga ketika masyarakat dapat hidup sehat, memperoleh pelayanan dasar secara adil, dan memiliki akses terhadap sumber daya yang menopang kehidupan. Ciledug harus merdeka dari krisis air,” tambahnya.

Sementara itu, Wartawan telah menyampaikan konfirmasi kepada Direktur Utama Perumda Tirta Benteng, Dodi, beserta jajarannya terkait keluhan belum masuknya jaringan air bersih di Kecamatan Ciledug. Namun, hingga berita ini ditayangkan, belum ada keterangan atau tanggapan resmi yang diberikan oleh pihak Perumda Tirta Benteng.(Ben)

Rekomendasi untuk Dibaca

Krakatau Pos