Pupuk Subsidi Langka Di Karo, Akan Segera Teratasi Ini Jawaban Kadis Pertanian Dan Pupuk Indonesia

Karo,Krakataupos.com – Warga Karo terkhusus para Petani yang saat ini masa pemupukan banyak mengeluh. Terlihat saat beberapa petani dari Desa Munte Kecamatan Munte yang audensi Ke Kantor DPRD Karo dan beberapa warga Menyampaikan keluhannya di media sosial. Dan DPRD Karo Raja Mahesa Tarigan S. Kom pun mendesak agar Pemerintah Kabupaten jangan diam menunggu saja, mengingat Kabupaten Karo merupakan dominan hidup dari hasil pertanian harus jemput bola.
Berangkat dari pertanyaan/keresahan masyarakat Kabag Perekonomian Sekdakab Karo Sari Br Ginting dan Kadis Pertanian Mikhael Purba S.T.P ., M. M serta Pupuk Indonesia menyampaikan titik permasalahan dan Solusi.
Kabag Perekonomian Sekdakab Karo Sari br Ginting mengatakan, Sesuai dengan Pasal 12 Perpres Nomor 6 tahun 2025 tentang Tata Kelola Pupuk Bersubsidi pada pasal 1 disebutkan bahwa BUMN pupuk bertanggung jawab penuh terhadap Penyaluran Pupuk Bersubsidi hingga ke titik serah. Namun kita sudah koordinasi dengan pupuk indonesia ujarnya.
Sementara, Kadis Pertanian Kab Karo Mikhael Purba, S. T. P., M. M, menanggapi kelangkaan pupuk bersubsidi di Kabupaten Karo, pada tanggal 08 April 2026 Dinas Pertanian Kabupaten Karo sudah menyurati Pihak Pupuk Indonesia sebagai produsen agar segera menyalurkan pupuk bersubsidi kepada penerima pada titik serah terima di Kabupaten Karo sesuai alokasi kebutuhan Tahun 2026.
“Dinas Pertanian Kabupaten Karo meminta Kepada Pupuk Indonesia sabagai pihak yang bertanggung jawab dalam penyaluran agar peyaluran pupuk subsidi ini dapat memenuhi azas 7 (tujuh) tepat penyaluran pupuk bersubsidi, tepat waktu, tepat jumlah, tepat jenis, tepat tempat, tepat mutu, tepat harga, dan tepat sasaran penerima, ujar Kadis.
Sambung Kadis, Belum optimalnya penyaluran pupuk bersubsidi, Pemerintah Kabupaten Karo pada tanggal 10 April 2026 lalu sudah mengundang PT. Pupuk Indonesia untuk melakukan Rapat Dengar Pendapat. Pihak PI menyatakan bahwa kelangkaan tersebut terjadi akibat:
1. Provinsi Sumatera Utara merupakan wilayah penugasan bagi produsen Pupuk Iskandar Muda (PIM). Dimana akhir tahun 2025 terjadi force majure (banjir) yg melanda Aceh dimana dampak banjir jg terjadi di pabrik PIM
2. Pupuk Indonesia berupaya melakukan banstok dari produsen lain seperti dari Pusri, Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik, utk memberikan pasokan pupuk di 3 prov tersebut.
Hasil dari RDP tersebut, Pihak Pupuk Indonesia sejak tanggal 13 April hingga tanggal 21 April sudah menyalurkan pupuk urea sebanyak 2.272 ton, NPK sebanyak 4.023 ton dan pupuk organik sebanyak 950 ton. Upaya yang telah dilakukan oleh Pupuk Indonesia Indonesia belum mampu memenuhi kebutuhan pupuk petani.
Berdasarkan kondisi tersebut, pada tanggal 20 April 2026, Pemerintah Kabupaten Karo melaporkan kelangkaan pupuk ini kepada Direktur Pupuk dan Pestisida Kementerian Pertanian RI. Direktur menjelaskan rencana tindak lanjut dari laporan ini berupa rencana pasokan :
1. urea terdapat sisa STO 884 Ton (dr Medan), per hari angkut +- 100 ton,
2. NPK terdapat sisa STO 934 Ton (dr Medan), namun karena stok NPK Sub di medan terbatas, estimasi bisa mulai diangkut tgl 24 setelah kapal bansok dr Petro sandar (KM Surya Pioneer 5.000 Ton) dan Terdapat sisa STO 600 Ton (dr Lini I), estimasi bisa mulai diangkut tgl 24 setelah Pabrik PIM kembali beroperasi.
3. Mendampingi PUD membuat rencana tebus per Minggu periode April-Mei, terang Kadis.
Kepala Dinas Pertanian Kab. Karo bermohon langsung kepada Direktur Pupuk dan Pestisida agar dapat membantu mengoptimalkan penyaluran pupuk subsidi ke Kabupaten Karo jelas Kadis.
Sambungnya, Bapak Direktur memberikan pernyataan penutup dengan mengatakan “Baik pak Kadis.. ini akan saya ikuti progres pak. Biar semangat petani bertani terus ada, memang sedikit ada masalah di pabrik di Aceh, tapi bansok sudah cepat bergerak. Mudah mudahaan tanggal 24 pengiriman dan segera tersedia pak Kadis…” terang Kadis menirukan jawaban dari Direktur.
Manager Pupuk Indonesia Sumut, Saat di Tanya apakah ada kaitan kelangkaan pupuk dengan di kirimnya 250 ribu ton oleh RI ke Australia, D. Tambunan, menjawab tidak ada bg, nanti hari jumat saya ke Karo mau jumpa pak Sekda Karo terkait Pupuk Subsidi ucapnya.(Red)







