Kejar Berbudi Hadir di Sekolah Dasar, Pemkot Serang Tanamkan Budaya Menabung Sejak Dini

Kota Serang – Kebiasaan kecil menyisihkan uang jajan bisa menjadi langkah besar dalam membentuk karakter dan mempersiapkan masa depan anak. Semangat itulah yang kini didorong Pemerintah Kota (Pemkot) Serang melalui program Kejar Berbudi (Satu Rekening Satu Pelajar, Belajar Menabung Sejak Dini).
Setelah berjalan selama dua tahun di jenjang SMP, program Kejar Berbudi mulai diperluas ke tingkat sekolah dasar (SD) pada 2026. Untuk tahap awal, program tersebut menyasar delapan SD Negeri di Kota Serang melalui kolaborasi Pemkot Serang dengan sejumlah perbankan, salah satunya Bank BJB KCK Banten.
Delapan sekolah yang menjadi sasaran awal yakni SDN Serang 02, SDN Serang 11, SDN BIP, SDN Kaligandu, SDN Kuranji, SDN Gedeg, SDN Drangong 1, dan SDN Harjamukti.
Peluncuran program berlangsung di SDN Serang 02, Jalan Kimasjong Nomor 1, Kelurahan Kota Baru, Kecamatan Serang, Kamis (27/8/2026).
Asisten Daerah II Kota Serang Yudi Suryadi mengatakan perluasan Kejar Berbudi ke jenjang SD menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkuat pendidikan karakter anak sejak usia dini.
“Yang kita kembangkan sekarang program Kejar Berbudi di jenjang SD Negeri. Kita coba sasarannya di delapan SD Negeri,” kata Yudi.
Menurutnya, program tersebut tidak dimaksudkan sebagai kewajiban bagi sekolah maupun peserta didik. Pemkot Serang memberikan keleluasaan kepada sekolah dan orang tua dalam menentukan pilihan perbankan.
“Tidak ada paksaan, tidak wajib. Jadi kalau sekolah sudah bekerja sama dengan salah satu perbankan, misalkan sudah menabung di bank A atau bank B, silakan dilanjutkan,” ujarnya.
Bukan Sekadar Membuka Rekening
Lebih dari sekadar membuka rekening, Kejar Berbudi diarahkan menjadi sarana pembelajaran bagi anak untuk mengenal pengelolaan keuangan secara sederhana.
Setiap rekening dibuat atas nama masing-masing pelajar. Setelah peluncuran, sekolah akan melanjutkan program melalui sosialisasi kepada orang tua murid dan guru.
Pemkot Serang juga berupaya memperluas kolaborasi dengan berbagai perbankan, termasuk Bank BJB dan Bank Banten. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya mendorong budaya menabung, tetapi juga menciptakan ekosistem kerja sama yang memberikan manfaat bagi sekolah dan peserta didik.
Yudi menjelaskan, sekolah yang aktif dalam kegiatan menabung juga memiliki peluang memperoleh dukungan melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari perbankan.
“Kalau sekolah punya kegiatan, bisa mengajukan CSR atau bantuan. Seperti kemarin ada SMP yang berangkat lomba marching band ke Jakarta dan dibantu. Karena adanya hubungan timbal balik,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Pemimpin Bank BJB KCK Banten Dani Sumardani mengatakan Kejar Berbudi dirancang untuk mengenalkan pengelolaan keuangan kepada anak sejak dini.
Menurutnya, kebiasaan menabung dapat mengajarkan anak memiliki tujuan, disiplin, tanggung jawab, sekaligus kemampuan merencanakan masa depan.
“Program Kejar Berbudi mengajarkan anak untuk punya tujuan, disiplin, tanggung jawab, dan kemampuan merencanakan masa depan,” kata Dani.
Program tersebut dirancang secara berjenjang mulai dari SD, SMP hingga SMA, dengan produk tabungan yang disesuaikan dengan usia dan kebutuhan pelajar.
Untuk jenjang SD dan SMP, misalnya, tersedia produk Simpanan Pelajar (Simpel). Dengan pendekatan tersebut, literasi keuangan diharapkan dapat tumbuh secara bertahap seiring perkembangan usia peserta didik.
“Kita berharap anak-anak ke depannya belajar untuk mengelola keuangan, di antaranya dengan program menabung. Tidak hanya pada generasi saat ini, tetapi kebiasaan ini diharapkan menular ke generasi-generasi berikutnya,” ujarnya.
Dari Kebiasaan Kecil Menjadi Pendidikan Karakter
Bagi SDN Serang 02, program Kejar Berbudi menjadi momentum untuk kembali menghidupkan budaya menabung di lingkungan sekolah.
Kepala SDN Serang 02 Salmi mengatakan program tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter peserta didik.
“Bagi kami ini luar biasa karena salah satu pendidikan karakter. Tujuannya agar putra-putri kami bisa menyisihkan uang jajannya dan menjadi bekal kelak,” ujar Salmi.
Program menabung sebenarnya bukan hal baru bagi SDN Serang 02. Sekolah tersebut pernah menjalin kerja sama dengan Bank BJB pada 2018. Namun, aktivitas tersebut terhenti akibat pandemi Covid-19.
Kini, tradisi tersebut kembali dihidupkan melalui Kejar Berbudi.
“Dulu kami pernah melakukan, bahkan bekerja sama dengan pihak BJB pada 2018. Namun terhalang Covid sehingga terhenti. Sekarang kami kembali memulai,” katanya.
Untuk tahap awal, sekitar 500 pelajar diperkirakan akan mengikuti program tersebut, terutama siswa kelas 4, 5, dan 6, dengan peluang diperluas ke kelas lainnya.
Bagi pihak sekolah, kehadiran Kejar Berbudi memberikan pilihan yang lebih terarah bagi siswa untuk belajar menabung dibandingkan kebiasaan menyimpan uang secara manual yang sebelumnya belum berjalan optimal.
“Kami merasa sangat terbantu,” tutur Salmi.
Menyiapkan Generasi Melek Keuangan
Pemkot Serang berharap Kejar Berbudi tidak berhenti pada pembukaan rekening. Lebih jauh, program ini diharapkan mampu membangun kebiasaan positif yang melekat dalam keseharian anak.
Menyisihkan sebagian uang jajan secara rutin merupakan pembelajaran sederhana tentang bagaimana mengelola sesuatu yang dimiliki, menentukan prioritas, serta merencanakan kebutuhan di masa mendatang.
Dari kebiasaan sederhana tersebut, diharapkan tumbuh generasi pelajar Kota Serang yang lebih disiplin, bertanggung jawab, memiliki tujuan keuangan, dan memahami pentingnya mempersiapkan masa depan.
Program Kejar Berbudi sekaligus menjadi bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, orang tua, dan sektor perbankan dalam membangun literasi keuangan sejak dini.
Sebab, menabung bukan hanya soal berapa banyak uang yang berhasil disimpan. Lebih dari itu, ada nilai pendidikan karakter yang ditanamkan: belajar disiplin hari ini untuk mempersiapkan masa depan. (Adv)







