Seragam Gratis Kota Serang Masuk Tahap Pengukuran, Dibagikan Awal September 2026

KOTA SERANG,Krakataupos.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai merealisasikan program seragam sekolah gratis bagi siswa SD dan SMP negeri dengan memasuki tahap pengukuran ukuran badan siswa. Tahapan ini menjadi langkah penting sebelum proses produksi dimulai agar setiap seragam yang dibagikan sesuai dengan ukuran dan nyaman digunakan.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Serang, Ahmad Nuri, mengatakan bahwa penyedia seragam yang telah ditetapkan melalui mekanisme e-katalog saat ini tengah melakukan pengukuran langsung di sekolah-sekolah.
“Pengukuran dilakukan agar seragam benar-benar sesuai dengan postur masing-masing siswa. Kami ingin bantuan ini memberikan manfaat maksimal dan tidak ada seragam yang tidak bisa dipakai karena ukurannya tidak pas,” ujar Ahmad Nuri.
Setelah seluruh data ukuran terkumpul, proses akan dilanjutkan ke tahap produksi yang diperkirakan berlangsung selama 75 hari kerja atau sekitar 2,5 bulan. Dengan demikian, pembagian seragam ditargetkan dapat dimulai pada awal September 2026.
Menurut Ahmad Nuri, Pemkot Serang sengaja memilih sistem pengukuran langsung dibanding menggunakan ukuran umum seperti S, M, atau L. Langkah tersebut diambil untuk menghindari kesalahan ukuran yang berpotensi membuat seragam tidak dapat digunakan oleh siswa.
“Jangan sampai siswa yang membutuhkan ukuran besar justru menerima ukuran kecil. Karena itu, semua siswa diukur terlebih dahulu agar hasilnya tepat,” jelasnya.
Pada tahun ini, bantuan untuk jenjang SMP baru mencakup seragam putih-biru. Sementara seragam pramuka, olahraga, batik, maupun pakaian hari Jumat belum dapat diakomodasi karena keterbatasan anggaran daerah.
Program seragam gratis diprioritaskan bagi siswa sekolah negeri. Pemkot Serang menargetkan sebanyak sekitar 12.000 siswa SD negeri dan 8.559 siswa SMP negeri menerima bantuan tersebut sesuai kapasitas daya tampung sekolah.
Untuk mendukung pelaksanaan program, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,8 miliar, yang terdiri dari Rp1,6 miliar bagi siswa SD negeri dan Rp1,2 miliar untuk siswa SMP negeri.
Meski saat ini program masih difokuskan bagi sekolah negeri, Pemkot Serang membuka peluang untuk memperluas cakupan penerima manfaat ke sekolah swasta apabila kondisi keuangan daerah semakin memungkinkan pada tahun-tahun mendatang.
Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam meringankan beban ekonomi keluarga sekaligus memastikan seluruh peserta didik dapat mengikuti kegiatan belajar dengan perlengkapan yang layak. Melalui pengukuran yang dilakukan secara langsung, Pemkot Serang berharap bantuan yang diberikan tidak hanya tepat sasaran, tetapi juga benar-benar memberikan manfaat nyata bagi ribuan siswa di Kota Serang.(Ja)







