Bapenda Banten Kerahkan 960 Pegawai Door to Door, Berly Natakusumah: Edukasi Pajak Dilakukan Secara Humanis

SERANG – Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Banten mengerahkan sebanyak 960 pegawai untuk turun langsung ke lapangan mendatangi rumah wajib pajak kendaraan bermotor yang menunggak Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Langkah ini dilakukan sebagai upaya optimalisasi pendataan sekaligus edukasi perpajakan secara humanis kepada masyarakat.
Kepala Bapenda Provinsi Banten, mengatakan, program pendataan dan penagihan langsung tersebut merupakan strategi pemerintah daerah dalam memperkuat akurasi data sekaligus meningkatkan kepatuhan wajib pajak.
“Sebanyak 960 pegawai kami kerahkan untuk melakukan pendataan sekaligus memberikan edukasi langsung kepada masyarakat terkait pentingnya membayar pajak kendaraan bermotor. Pendekatan yang dilakukan bersifat humanis, persuasif, dan edukatif,” ujar Berly. Senin, (11/5/26).
Menurutnya, kegiatan door to door tersebut tidak hanya berfokus pada penagihan tunggakan, tetapi juga memastikan data kendaraan dan identitas wajib pajak sesuai dengan kondisi di lapangan.
“Pemutakhiran data sangat penting agar basis data kendaraan bermotor di Provinsi Banten semakin valid dan akurat. Dengan data yang baik, pelayanan kepada masyarakat juga akan semakin optimal,” katanya.
Berly menjelaskan, pajak kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber utama pendapatan daerah yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga pelayanan publik lainnya di Provinsi Banten.
Karena itu, Bapenda Banten terus melakukan berbagai inovasi pelayanan dan pendekatan langsung kepada masyarakat agar kesadaran membayar pajak semakin meningkat.
“Kami ingin membangun kesadaran bersama bahwa pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan pelayanan publik. Oleh sebab itu, edukasi menjadi bagian penting dalam kegiatan ini,” ungkapnya.
Sebelum pelaksanaan di lapangan, Bapenda Provinsi Banten juga telah menggelar apel bersama seluruh petugas guna memastikan kesiapan operasional, koordinasi, dan sinergi antarlini berjalan maksimal.
Selain menyasar masyarakat umum, pendataan PKB juga difokuskan pada lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkup Pemerintah Provinsi Banten sebagai bentuk penguatan keteladanan dalam kepatuhan pajak.
Berly berharap, melalui program pendataan dan edukasi door to door tersebut, tingkat kepatuhan wajib pajak kendaraan bermotor di Provinsi Banten dapat terus meningkat sehingga target pendapatan daerah dapat tercapai secara optimal.
“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan pemungutan pajak yang prima, transparan, dan dekat dengan masyarakat. Semoga langkah ini dapat memperkuat kesadaran wajib pajak serta mendukung pembangunan Banten yang lebih maju,” pungkasnya. (Adv)







