Akselerasi Pembangunan Infrastruktur, Wali Kota Serang Tinjau Proyek Betonisasi di Walantaka dan Taktakan

SERANG KOTA,Krakataupos.com – Wali Kota Serang, Budi Rustandi, melakukan peninjauan langsung (on-the-spot) terhadap sejumlah proyek pembangunan infrastruktur jalan di wilayah Kecamatan Walantaka dan Kecamatan Taktakan pada Senin, 27 April 2026.
Peninjauan ini dilakukan guna memastikan seluruh pengerjaan fisik, baik betonisasi maupun infrastruktur pendukung, berjalan sesuai standar kualitas dan target waktu yang telah ditetapkan.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Wali Kota didampingi oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Serang, Iwan Sunardi.
Peninjauan dimulai dari wilayah Walantaka dan berakhir di titik strategis Kecamatan Taktakan.
Langkah ini merupakan bentuk respons cepat jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Serang terhadap aspirasi masyarakat terkait perbaikan akses transportasi dan penguatan ekonomi lokal.
Di titik pertama, yakni jalur Sadik-Simanggu, Kecamatan Walantaka, Pemkot Serang tengah melaksanakan pengerjaan betonisasi jalan sepanjang kurang lebih 900 meter.
Kepala Dinas PUPR Kota Serang, Iwan Sunardi, menjelaskan bahwa proyek ini mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,4 miliar.
Pemilihan sistem beton dilakukan sebagai solusi permanen mengingat jalur tersebut kerap mengalami kerusakan akibat tingginya intensitas hujan.
Sementara itu, peninjauan berlanjut ke Kecamatan Taktakan, tepatnya di wilayah Jakung Gedeg dan Cikoak.
Untuk jalur Jakung Gedeg, pengerjaan jalan dilakukan sepanjang 1,15 kilometer dengan nilai kontrak mencapai Rp5 miliar.
Mengingat kontur wilayah Taktakan yang merupakan perbukitan, Pemkot Serang juga membangun Tembok Penahan Tanah (TPT).
“Pembangunan TPT di Taktakan sangat krusial untuk mengantisipasi potensi longsor yang selama ini dikeluhkan warga,” katanya.
“Kami ingin memastikan keselamatan masyarakat terjaga sekaligus akses jalan tetap stabil di medan yang menantang,” ujar Iwan Sunardi.
Wali Kota Budi Rustandi menegaskan, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemkot Serang tetap konsisten memprioritaskan program-program yang bersentuhan langsung dengan kesejahteraan rakyat.
Salah satu strategi pembiayaan yang disiapkan adalah rencana penarikan saham di Bank BJB untuk dialokasikan pada percepatan infrastruktur.
“Kami pemerintah Kota Serang terus semangat membangun. Banyak anggaran di era kepemimpinan kami yang pro-rakyat,” ungkapnya.
“Sesuai arahan Presiden, dana daerah tidak boleh mengendap di bank, melainkan harus segera dibelanjakan untuk fasilitas publik agar roda ekonomi masyarakat terus bergerak,” tegas Wali Kota Budi Rustandi di sela peninjauan.
Berdasarkan data Dinas PUPR Kota Serang, saat ini capaian kondisi jalan mantap di ibu kota Provinsi Banten telah mendekati angka maksimal, dengan sisa pekerjaan hanya sekitar 12 persen.
Proyek di Walantaka dan Taktakan ini merupakan bagian dari pengerjaan serentak di 17 titik prioritas tahun anggaran 2026.
Pemerintah Kota Serang optimis seluruh persoalan infrastruktur jalan akan tuntas sepenuhnya pada tahun 2028.
Wali Kota Budi Rustandi juga meminta dukungan dan kesabaran dari masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
“Kami terus bekerja secara bertahap dan terukur. Jika ketersediaan fiskal APBD memerlukan dukungan tambahan, Pemkot Serang siap berkoordinasi dengan pemerintah pusat maupun provinsi guna mempercepat lompatan pembangunan menuju Kota Serang yang lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.(Ja)







