DPRD Kota Serang Dukung Proyek PSEL TPSA Cilowong

Kota Serang – Kota Serang bersiap memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah. Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) Cilowong di Kecamatan Taktakan diproyeksikan menjadi pusat pengolahan sampah modern melalui proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dengan nilai investasi fantastis mencapai Rp5,7 triliun.
Proyek strategis ini mendapat dukungan penuh dari Wakil Ketua DPRD Kota Serang, Muhammad Farhan Aziz, yang menilai PSEL sebagai langkah revolusioner dalam menjawab persoalan persampahan sekaligus mendorong kemajuan daerah.
“TPSA Cilowong ke depan bukan lagi sekadar tempat pembuangan sampah. Ini akan menjadi gerbang pengelolaan sampah modern yang berteknologi tinggi dan memberi nilai tambah bagi Kota Serang,” ujar Farhan kepada wartawan. Kamis, (15/1/26).
Investasi besar tersebut akan digarap melalui kerja sama dengan pihak swasta, yakni Danantara, yang dinilai memiliki kapasitas teknologi dan pendanaan untuk mewujudkan proyek berskala nasional ini. Kehadiran investor di sektor persampahan ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar, khususnya warga Kecamatan Taktakan.
Tak hanya itu, Pemerintah Kota Serang juga menyiapkan skema dukungan sosial melalui pemanfaatan bantuan keuangan dari pemerintah pusat. Insentif tersebut akan difokuskan untuk masyarakat Taktakan sebagai wilayah terdampak langsung, sebelum nantinya diperluas ke seluruh kecamatan di Kota Serang.
“Manfaatnya bukan hanya untuk Taktakan, tapi akan dirasakan oleh seluruh masyarakat Kota Serang. Ini bagian dari pemerataan pembangunan,” jelas politisi Partai Demokrat tersebut.
Farhan juga mengungkapkan bahwa saat ini TPSA Cilowong tengah diuji kemampuannya melalui kerja sama pengelolaan sampah lintas daerah dengan Kota Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang. Uji coba ini dilakukan untuk memastikan TPSA Cilowong mampu menampung dan mengolah ribuan ton sampah per hari secara optimal.
Meski sempat menuai kekhawatiran dari sebagian warga terkait dampak lingkungan, DPRD Kota Serang memastikan pendekatan dialogis telah dilakukan. Para anggota dewan dari daerah pemilihan Taktakan turun langsung menemui warga dan menampung aspirasi mereka.
“Hasil dialog sangat positif. Warga akhirnya memahami manfaat jangka panjangnya dan mendukung penuh proyek PSEL ini,” tegas Farhan.
Dengan teknologi pengolahan sampah yang ramah lingkungan dan berstandar modern, TPSA Cilowong nantinya tidak hanya mengurangi beban sampah, tetapi juga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat. Proyek ini digadang-gadang menjadi solusi konkret dan berkelanjutan bagi persoalan persampahan di Kota Serang.
“Jangan hanya melihat kondisi hari ini. Lihat ke depan. Kita akan punya TPSA modern yang mengubah sampah menjadi energi. Ini investasi masa depan,” pungkas Farhan.
Meski masih dalam tahap pengembangan, harapan besar telah tumbuh. TPSA Cilowong diproyeksikan menjadi simbol transformasi Kota Serang menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.







