Advetorial
Trending

Wabup Najib Hamas Apresiasi Pesantren, Dorong Peningkatan Kualitas SDM dan Tata Kelola Pendidikan

SERANG, Krakataupos.com – Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas mengapresiasi peran pondok pesantren dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya dalam membentuk generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Apresiasi tersebut disampaikan Najib Hamas saat menghadiri Sarasehan Ulama se-Banten yang diselenggarakan Yayasan Ibnu Salam–Cinangka, Kabupaten Serang, di Aula Hilmi Aminuddin Nurul Fikri Boarding School, Sabtu (17/10/2026).

Menurut Najib Hamas, pondok pesantren memiliki kontribusi besar dalam pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan, pembinaan karakter, serta penanaman nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.

“Saya secara pribadi maupun pemerintah mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya atas peran serta pesantren dalam membentuk sumber daya anak bangsa yang unggul, terutama di Kabupaten Serang,” ungkap Najib.

Ia berharap, kontribusi pesantren dapat terus diperkuat seiring dengan perkembangan kebutuhan pendidikan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan pesantren perlu didukung dengan pengelolaan lembaga yang semakin baik dan profesional.

Najib juga menilai sarasehan ulama menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus membuka ruang pertukaran gagasan di antara para pimpinan dan pengelola pesantren.

- advertisement -

Melalui forum tersebut, para peserta diharapkan memperoleh perspektif baru untuk meningkatkan mutu pendidikan serta mengembangkan tata kelola pesantren yang mampu menjawab tantangan zaman.

Hidayat Nur Wahid Soroti Tantangan Pengelolaan Pesantren

Sarasehan yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2026 tersebut mengangkat tema “Era Baru Pengelolaan Pesantren di Indonesia”.

Kegiatan ini dihadiri puluhan pimpinan pondok pesantren se-Banten dengan menghadirkan Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid sebagai narasumber utama. Hidayat juga dikenal sebagai Ketua Badan Wakaf Pondok Pesantren Darussalam Gontor.

Dalam pemaparannya, Hidayat menegaskan bahwa perhatian pemerintah terhadap pondok pesantren terus berkembang. Salah satu bentuk pengakuan terhadap peran pesantren dalam kehidupan berbangsa dan bernegara adalah penetapan Hari Santri Nasional.

Namun, di balik pertumbuhan pesantren yang semakin pesat, terdapat tantangan yang perlu diantisipasi, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat sistem pengelolaan lembaga pendidikan.

Hidayat menyebutkan, berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Islam, jumlah pondok pesantren di Indonesia mencapai 42.391 lembaga.

“Kita bersyukur pesantren di Indonesia berkembang pesat. Terhitung hingga saat ini, menurut Dirjen Pendidikan Diniyah dan Pesantren, jumlah pondok pesantren mencapai 42.391. Namun, tentu jumlah yang bertambah membuat tantangannya juga semakin banyak, maka butuh kesiapan para pengelolanya untuk lebih meningkatkan kualitas SDM-nya,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kesiapan para pengelola pesantren dalam menghadapi dinamika pendidikan, termasuk memperkuat kompetensi tenaga pendidik, meningkatkan profesionalisme pengelolaan, serta menjaga kualitas lingkungan pendidikan.

Dengan demikian, pesantren diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan tradisi pendidikan keagamaan, tetapi juga terus beradaptasi dengan perkembangan dan kebutuhan masyarakat.

Sarasehan Jadi Ruang Penguatan Kapasitas Pengelola Pesantren

Sementara itu, Direktur Pesantren Ibnu Salam Nurul Fikri Cinangka, Kholisul Ibad Arifin, mengatakan bahwa peringatan Hari Santri Nasional merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap tahun di lingkungan Pondok Pesantren Nurul Fikri.

Pada tahun ini, salah satu rangkaian kegiatan diwujudkan melalui sarasehan ulama yang melibatkan pimpinan dan pengelola pondok pesantren di Provinsi Banten.

Menurut Kholisul Ibad, kegiatan tersebut dirancang sebagai ruang pembelajaran bersama bagi para pengelola pesantren untuk memperluas wawasan, khususnya mengenai regulasi dan perkembangan tata kelola pesantren di Indonesia.

“Kegiatan ini menjadi ruang bagi para pimpinan dan pengelola pesantren untuk mendapatkan wawasan baru mengenai regulasi dan perkembangan pengelolaan pesantren di Indonesia. Kami bersyukur dapat menghadirkan Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid, untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam forum ini,” ujarnya.

Ia berharap, sarasehan tersebut memberikan manfaat nyata bagi para peserta, terutama dalam meningkatkan kapasitas pengelolaan pesantren agar semakin baik, profesional, dan mampu menjawab kebutuhan pendidikan masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah, ulama, dan pengelola pesantren, diharapkan lembaga pendidikan Islam dapat terus berkontribusi dalam mencetak generasi muda yang berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Serang dan Provinsi Banten. (Adv)

Rekomendasi untuk Dibaca

Krakatau Pos