Advetorial

Setahun Kerja Nyata Pemkot, Sentimen Publik Kota Serang Menguat di Ruang Digital

SERANG — Kerja nyata Pemerintah Kota (Pemkot) di Kota Serang sepanjang satu tahun terakhir menunjukkan dampak yang terasa, tidak hanya di lapangan tetapi juga dalam percakapan publik di dunia maya. Berbagai program penataan kota, pengelolaan layanan publik, hingga penguatan transparansi pemerintahan menjadi faktor yang mendorong meningkatnya sentimen positif warganet terhadap kinerja pemerintah daerah.

Analisis media sosial terbaru dari Gawekuta Institute mencatat bahwa persepsi publik digital didominasi apresiasi. Percakapan warganet menyoroti sejumlah kebijakan yang dianggap memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama penataan kawasan kota dan inovasi layanan publik.

Analis media sosial Gawekuta Institute, Abdul Rozak, menjelaskan bahwa tren percakapan digital mencerminkan pengalaman warga yang merasakan perubahan konkret.

“Data percakapan menunjukkan mayoritas respons publik bernada positif. Ini biasanya terjadi ketika masyarakat melihat hasil kerja yang nyata dan berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Salah satu program yang paling banyak mendapat perhatian adalah penataan kawasan Royal Baroe. Warganet menilai perubahan wajah kawasan tersebut membawa efek ekonomi sekaligus kenyamanan ruang publik. Aktivitas perdagangan menjadi lebih tertata, sementara mobilitas warga dinilai lebih lancar.

Selain itu, inovasi pengelolaan sampah dan perbaikan sistem layanan publik berbasis digital juga menjadi topik pembicaraan positif. Kemudahan akses layanan administrasi, kanal pengaduan masyarakat, serta upaya pengawasan pelayanan dinilai mempercepat birokrasi sekaligus meningkatkan transparansi.

- advertisement -

Wali Kota Serang Budi Rustandi menegaskan bahwa tren positif di ruang digital menjadi cerminan hubungan antara kebijakan dan pengalaman masyarakat.

“Apresiasi publik adalah energi bagi kami untuk terus bekerja. Fokus utama tetap pada pelayanan dan solusi nyata. Jika masyarakat merasakan manfaatnya, respons positif akan muncul secara alami,” katanya.

Meski demikian, pemerintah daerah mengakui masih ada pekerjaan rumah, terutama terkait persoalan banjir dan pengelolaan lingkungan saat musim penghujan. Evaluasi berkelanjutan disebut menjadi bagian dari strategi agar capaian positif tetap terjaga.

Pengamat kebijakan publik menilai tren sentimen digital dapat menjadi indikator awal efektivitas kebijakan. Ketika ruang maya dipenuhi percakapan positif, hal itu menandakan adanya keselarasan antara program pemerintah dan kebutuhan warga.

Gawekuta Institute sendiri menggunakan sistem pemantauan media yang menangkap ribuan percakapan di berbagai platform digital dan kanal berita daring. Melalui analisis data besar, emosi publik dipetakan secara otomatis untuk melihat kecenderungan persepsi terhadap isu-isu sektoral.

Laporan tersebut mencatat komposisi sentimen publik sebesar 84 persen positif, 11 persen netral, dan 5 persen negatif. Angka ini dihimpun dari pemantauan percakapan warganet melalui mesin analitik yang mengindeks kata kunci strategis seperti wali kota, pemerintah kota, hingga isu kebijakan sektoral.

Abdul Rozak menjelaskan bahwa lonjakan sentimen positif dipicu oleh sejumlah program yang dianggap memberi dampak nyata bagi masyarakat. “Data besar menunjukkan ada beberapa topik utama yang menjadi penggerak sentimen positif. Penataan kawasan Royal Baroe dan inovasi pengelolaan sampah menjadi percakapan dominan dengan respons publik yang sangat baik,” ujarnya.

Penataan kawasan Royal Baroe tercatat mencapai 123.431 mention positif. Warganet menilai wajah baru kawasan tersebut lebih modern, tertata, dan ramah aktivitas ekonomi. Sementara itu, kerja sama pengelolaan sampah memperoleh 85.671 mention positif, menunjukkan apresiasi publik terhadap langkah inovatif pemerintah dalam menangani persoalan limbah kota. Relokasi Pasar Rau juga masuk dalam percakapan positif dengan 19.652 mention.

Rozak menambahkan bahwa sentimen negatif yang terdeteksi masih berpusat pada persoalan banjir dan pengelolaan sampah saat musim penghujan. Meski demikian, proporsinya relatif kecil dibanding sentimen apresiatif yang mendominasi diskursus digital.

Serang Digital: Reformasi Layanan Publik

Selain penataan fisik kota, program Serang Digital menjadi salah satu tonggak penting dalam satu tahun kepemimpinan Budi–Agis. Program ini berfokus pada digitalisasi layanan publik, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, hingga kanal pengaduan masyarakat.

Melalui integrasi platform digital, warga kini dapat mengakses berbagai layanan tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan. Efisiensi waktu, transparansi proses, serta kemudahan pelacakan layanan menjadi nilai tambah yang kerap disoroti warganet.

Pengamat kebijakan publik menilai Serang Digital sebagai langkah strategis menuju tata kelola pemerintahan modern. Digitalisasi tidak hanya memangkas birokrasi, tetapi juga memperkuat akuntabilitas karena setiap proses terdokumentasi secara sistematis.

Serang Bebas Pungli: Dorong Integritas Aparatur

Program lain yang mendapat perhatian publik adalah gerakan Serang Bebas Pungli. Inisiatif ini menitikberatkan pada penguatan pengawasan internal, edukasi aparatur, serta pembukaan kanal pelaporan bagi masyarakat.

Dalam implementasinya, Pemkot menggandeng berbagai unsur pengawasan untuk memastikan pelayanan publik berjalan tanpa praktik pungutan liar. Kampanye integritas dilakukan secara masif, baik di lingkungan birokrasi maupun melalui sosialisasi kepada warga.

Warganet menilai langkah ini sebagai komitmen nyata terhadap reformasi birokrasi. Diskursus digital menunjukkan bahwa transparansi dan keberanian membuka ruang pengaduan publik menjadi faktor penting yang meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Serang Mengaji

Kemudian program Serang Mengaji. Program ini tidak hanya menargetkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga bertujuan menanamkan nilai adab, akhlak, moral, dan pembentukan karakter generasi muda. Sasaran program mencakup sekolah-sekolah, pondok pesantren, hingga masyarakat umum.

Program ini juga berjalan tanpa menggunakan APBD serta didukung aplikasi digital Serang Mengaji yang dapat diakses masyarakat.

Selain itu, pembinaan turut diperkuat melalui kolaborasi dengan Badan Wakaf Provinsi Banten. Tim verifikasi juga dibentuk bersama Kementerian Agama hingga tingkat RT untuk memastikan validitas data warga yang masih buta aksara Al-Qur’an, baik melalui pendataan langsung maupun sistem daring.

Respons Kepala Daerah

Menanggapi hasil analisis tersebut, Wali Kota Budi Rustandi menyatakan bahwa data digital merupakan refleksi aspirasi masyarakat masa kini.

“Kami mengapresiasi hasil analisa ini. Tingginya mention positif untuk penataan kawasan dan pengelolaan sampah menunjukkan masyarakat merasakan manfaat program yang dijalankan,” ujarnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri, terutama terkait persoalan banjir yang masih menjadi catatan publik.

“Sentimen negatif adalah pengingat bagi kami untuk terus bekerja. Perbaikan infrastruktur drainase dan sistem pengendalian banjir menjadi fokus agar kualitas hidup warga semakin baik,” tegasnya.

Cermin Persepsi Publik Digital

Gawekuta Institute menggunakan alat pemantauan media yang menangkap percakapan di berbagai platform media sosial dan kanal berita daring. Sistem ini mengelompokkan emosi publik secara otomatis, sehingga mampu memetakan kecenderungan persepsi masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Dalam konteks satu tahun kepemimpinan Budi–Agis, data tersebut memperlihatkan bahwa kombinasi penataan kota, inovasi layanan digital, dan penguatan integritas birokrasi menjadi fondasi utama sentimen positif.

Ke depan, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi implementasi program sekaligus merespons isu-isu krusial seperti banjir dan pengelolaan lingkungan. Namun, tren percakapan digital menunjukkan bahwa publik menaruh harapan besar terhadap kelanjutan reformasi di Kota Serang.

Satu tahun pertama ini menjadi penanda bahwa kepemimpinan yang adaptif terhadap kebutuhan warga — baik di ruang fisik maupun digital — mampu membangun kepercayaan publik yang kuat. (ADV)

Rekomendasi untuk Dibaca

Krakatau Pos