Kabupaten Serang

PUTUS RANTAI PENULARAN PENYAKIT MENULAR, PUSKESMAS KEDAUNG BARAT JEMPUT BOLA MELALUI MOBILE VCT

Tangerang,Krakataupos.com– 27 Januari 2026 – Dalam upaya memperkuat deteksi dini dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS, Puskesmas Kedaung Barat menggelar aksi Mobile VCT (Voluntary Counseling and Testing) yang menyasar populasi kunci di wilayah kerjanya. Langkah proaktif ini diambil untuk menjangkau kelompok masyarakat yang memiliki risiko tinggi namun memiliki keterbatasan akses atau keraguan untuk datang langsung ke fasilitas kesehatan. Kegiatan ini dilakukan oleh penanggung jawab Program penyakit Menular,petugas Laboratorium pomosi Kesehatan, penjangkau dan bekerjasama dengan lintas sektor.

Pendekatan Humanis di Lapangan

Kegiatan Mobile VCT ini tidak hanya sekadar pemeriksaan kesehatan, tetapi juga mengedepankan edukasi dan konseling yang bersifat rahasia. Tim medis dari Puskesmas Kedaung Barat mendatangi titik-titik kumpul populasi kunci guna memberikan kemudahan layanan tanpa stigma.

“Kami ingin memastikan bahwa setiap warga, tanpa terkecuali, mendapatkan hak kesehatan yang sama. Dengan layanan jemput bola ini, kami berharap dapat menemukan kasus sedini mungkin agar penanganan bisa segera dilakukan,” ujar Kepala Puskesmas Kedaung Barat dalam keterangannya.

Alur Layanan Mobile VCT

Pemeriksaan dilakukan dengan prosedur yang cepat, tepat, dan terjaga kerahasiaannya:

- advertisement -
  1. Konseling Pra-Testing: Pemberian pemahaman mengenai risiko dan manfaat tes.
  2. Pengambilan Sampel Darah: Dilakukan oleh tenaga laboratorium profesional.
  3. Tes Cepat (Rapid Test): Hasil dapat diketahui dalam waktu singkat.
  4. Konseling Pasca-Testing: Penjelasan hasil tes dan pemberian motivasi serta rujukan jika diperlukan.

Target dan Harapan

Program ini menargetkan peningkatan cakupan skrining kesehatan di wilayah Kabupaten Tangerang, khususnya di area Kedaung Barat. Dengan ditemukannya kasus secara dini, mata rantai penularan dapat diputus, dan pasien dapat segera mendapatkan terapi ARV (Antiretroviral) untuk menjaga kualitas hidup mereka.

Pihak Puskesmas juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghapus stigma negatif terhadap penderita HIV/AIDS. Dukungan lingkungan sekitar sangat krusial bagi keberhasilan program pencegahan penyakit menular ini.(Dvd)

Rekomendasi untuk Dibaca

Krakatau Pos